Pure Saturday lyrics, album Elora
November 29th, 2007Pure Saturday lyrics, album Elora
Buka
Hai kawan masihkah kita ada di jalan yang sama
Setelah sekian lama
Seperti dulu kita bersama
Menempuh banyak cara dan rintangan
Setelah sekian lama
Seperti dulu kita bersama
Menempuh banyak cara dan rintangan
Kita tak sendiri…
Tiada pernah kita lupakan
Selalu terbuka
Selalu lepas tertawa
Banyak cerita dikisahkan
Telah kita dapatkan bersama
Selalu terbuka
Selalu lepas tertawa
Banyak cerita dikisahkan
Telah kita dapatkan bersama
Kita tak sendiri…
Datanglah…
Kita ‘kan s’lalu terbuka
Raihlah tangan terbuka
Kita ‘kan s’lalu terbuka
Raihlah tangan terbuka
Kita tak sendiri…
Kita tak sendiri…
Kita tak sendiri…
Terbuka…
Nyala
Percayalah terang akan datang
Di saat yang tidak terduga
Dan malaikat di atas bumi
Tersenyum lepas
Di saat yang tidak terduga
Dan malaikat di atas bumi
Tersenyum lepas
Kupercaya pada semua
Saatnya akan tiba
Dan pada waktunya semua akan beterbangan
Saatnya akan tiba
Dan pada waktunya semua akan beterbangan
Kupercaya pada semua
Saatnya akan tiba
Dan pada waktunya semua akan beterbangan
Saatnya akan tiba
Dan pada waktunya semua akan beterbangan
Hembusan angin di sana
Dinginkan rasa kecewa
Dinginkan rasa kecewa
Dimanakah kita kan berpijak
Dan terus melangkah ke depan
Tanpa ada ingatan lama terbawa kembali
Hembusan angin di sana
Dinginkan rasa kecewa
Dan terus melangkah ke depan
Tanpa ada ingatan lama terbawa kembali
Hembusan angin di sana
Dinginkan rasa kecewa
Sajak Melawan Waktu
Kita t’lah berjalan semua tak berubah
Ku tak mengenalmu seperti yang lalu
Seperti yang lalu…
Ku tak mengenalmu seperti yang lalu
Seperti yang lalu…
Entah kau berada ketika kupergi
Kurelakan semua ketika kau pergi
Kurelakan semua ketika kau pergi
Kehampaan di dalam hati kita
Adalah kenyataan yang makin terasa
Di tiap pijak anak tangganya
Waktu terus bergerak laju seperti yang lalu
Adalah kenyataan yang makin terasa
Di tiap pijak anak tangganya
Waktu terus bergerak laju seperti yang lalu
Kehampaan di dalam hati kita
Adalah kenyataan yang makin terasa
Di tiap pijak anak tangganya
Waktu terus bergerak laju seperti yang lalu
Adalah kenyataan yang makin terasa
Di tiap pijak anak tangganya
Waktu terus bergerak laju seperti yang lalu
Relakan aku seperti aku relakan semua
Relakan semua…
Relakan semua…
Awan
Di atas tanah kita melangkah
Andai kita terbang jauh melayang
Kan kugapai semua tanpa pilihan lagi
Seindah liku-liku jalan yang terlalui
Yang terlewati
Tak kan mudah menghindar
Kita melawan waktu
Lewati hari
Biarlah ku tertidur
Biarlah ku tertidur
Di atas awan ku tertidur
(Hanya bersamamu ku kan tertidur)
Kan kugapai semua
Saat ini kan kugapai semua
Andai kita terbang jauh melayang
Kan kugapai semua tanpa pilihan lagi
Seindah liku-liku jalan yang terlalui
Yang terlewati
Tak kan mudah menghindar
Kita melawan waktu
Lewati hari
Biarlah ku tertidur
Biarlah ku tertidur
Di atas awan ku tertidur
(Hanya bersamamu ku kan tertidur)
Kan kugapai semua
Saat ini kan kugapai semua
Elora
Tiada lagi yang kuinginkan lebih dari yang kau berikan
Tak pernah berhenti sekan datang tanpa kuminta
Selalu ada saat kubutuhkan
Apa gerangan yang terlintas
Tataplah ke atas sinar yang terang
Tunjukan apa yang kita cari
Apa yang telah kuberikan
Terbawa angin dan menghilang
Biarkan saja menghilang
Lihat ke atas sinar yang terang
Tak pernah berhenti sekan datang tanpa kuminta
Selalu ada saat kubutuhkan
Apa gerangan yang terlintas
Tataplah ke atas sinar yang terang
Tunjukan apa yang kita cari
Apa yang telah kuberikan
Terbawa angin dan menghilang
Biarkan saja menghilang
Lihat ke atas sinar yang terang
Mereka
Tinggalkan mereka di belakang kita
Ketika kau jatuh mungkin kan terasa
Adakah yang hilang satu yang tersisa
Jabat erat tanganku kini
Ketika kau jatuh mungkin kan terasa
Adakah yang hilang satu yang tersisa
Jabat erat tanganku kini
Tinggalkan rasa serakah
Semua kan merubah warna dan hatinya
Selalulah tertawa
Semua kan merubah warna dan hatinya
Selalulah tertawa
Adalah Jejak dan Arah
Sesaat kuikuti, kutundukkan kepalaku
Terdiam dan terduduk, mata yang terasa lelah
Apa yang kumiliki hari ini telah terlewati
Tak mungkin kita tinggalkan
Esok hari kan datang
Terdiam dan terduduk, mata yang terasa lelah
Apa yang kumiliki hari ini telah terlewati
Tak mungkin kita tinggalkan
Esok hari kan datang
Terlintas satu harapan keinginan untuk kembali
Apa yang akan terjadi bila ku harus menanti
Apa yang akan terjadi bila ku harus menanti
Di Sana
T’lah kau coba meraih dengar bisikan
Letih raga terlepas dalam lamunan
Berdiri di sana, kau bawa dunia
Disana (jauh disana)
Kala kau raih samarnya impian
Berat kaki melangkah
Tak kan berubah
Seakan berharap, kau bawa dunia
Di sana (entah dimana?)
Saat damai kuraih hening pun hilang
Tajam mata memandang tak kan terpejam
Kan kau bawa harapan pada dunia
Simpan semua kenangan jauh di sana
Hingga tiba saatnya nanti
Menjadi satu
Menjadi nyata
Letih raga terlepas dalam lamunan
Berdiri di sana, kau bawa dunia
Disana (jauh disana)
Kala kau raih samarnya impian
Berat kaki melangkah
Tak kan berubah
Seakan berharap, kau bawa dunia
Di sana (entah dimana?)
Saat damai kuraih hening pun hilang
Tajam mata memandang tak kan terpejam
Kan kau bawa harapan pada dunia
Simpan semua kenangan jauh di sana
Hingga tiba saatnya nanti
Menjadi satu
Menjadi nyata
Tutur Gelap / Saatnya Nanti
Terjebak satu impian
Yang selalu terngiang
Kuingin akhirnya nanti menjadi satu
Dan waktu akan kujelang
Biarkan mata terpejam
Sehingga akhirnya nanti menjadi satu
Kerasnya suara angin mengajak untuk bersama
Hingga tiba saat menjadi nyata
Dan waktu akan kujelang
Mentari bersinar terang
Dan mimpi pun usai
Berakhir sudah
Kerasnya suara angin
Mentari bersinar terang
Mengajakku untuk bersama
Hingga satnya…
Kuingin saatnya nanti semua menjadi satu
Hingga tiba saatnya semua menjadi nyata
Hingga tiba saatnya nanti
Menjadi satu
Menjadi nyata
Yang selalu terngiang
Kuingin akhirnya nanti menjadi satu
Dan waktu akan kujelang
Biarkan mata terpejam
Sehingga akhirnya nanti menjadi satu
Kerasnya suara angin mengajak untuk bersama
Hingga tiba saat menjadi nyata
Dan waktu akan kujelang
Mentari bersinar terang
Dan mimpi pun usai
Berakhir sudah
Kerasnya suara angin
Mentari bersinar terang
Mengajakku untuk bersama
Hingga satnya…
Kuingin saatnya nanti semua menjadi satu
Hingga tiba saatnya semua menjadi nyata
Hingga tiba saatnya nanti
Menjadi satu
Menjadi nyata
Pulang
Jika kita bertanya dalam hati
Apa gerangan yang kita jalani
Adakah kita sadari
Tak semudah yang kita inginkan
Jika kita terbangun pagi hari
Apa yang kita pikirkan
Sempatkah kita berjalan
Terus dan terus berjalan
Tanpa ada waktu menoleh ke belakang
Akhirnya kita harus berfikir
Semua akan berakhir
Sebelum kita pulang ke rumah
Ada saat harus berhenti
Teruslah berjalan…
Apa gerangan yang kita jalani
Adakah kita sadari
Tak semudah yang kita inginkan
Jika kita terbangun pagi hari
Apa yang kita pikirkan
Sempatkah kita berjalan
Terus dan terus berjalan
Tanpa ada waktu menoleh ke belakang
Akhirnya kita harus berfikir
Semua akan berakhir
Sebelum kita pulang ke rumah
Ada saat harus berhenti
Teruslah berjalan…